Juni 21, 2010

Bercermin dari Pertandingan Sepakbola

Lagi hangat-hangatnya nih perhelatan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Ada yang happy dan terhibur karena banyak tim yang tidak diunggulkan namun tampil mencengangkan, ada pula yang sedih karena kalah taruhan dan tim kesayangannya ga menang-menang, hehe...

Pertandingan yang masih hangat di otakku adalah pertandingan hari Senin (21 Juni) dini hari, partai Brasil vs Pantai Gading. Mengapa masih hangat? Alasan pertama, ini pertandingan dini hari pertama yang aku saksikan setelah 10 hari berlangsungnya Piala Dunia. Alasan kedua, yang tampil adalah Brasil, di mana salah satu pemainnya adalah favoritku, Kaka =)

Walaupun aku kebangunnya telat, sehingga baru nonton setelah Brasil unggul 2-0, tapi bersyukur juga bangun telat, daripada ga nonton sama sekali. Karena kalau dengar dari cerita orang, aku akan percaya kalau Brasil menang 3-1 dari Pantai Gading, tapi aku akan sulit percaya dan bertanya-tanya, gimana ceritanya Kaka bisa sampai dikeluarkan karena dapat kartu merah =(


Aku pribadi ga kenal sih sama Kaka *ya iyalah, dia di Brasil aku di Indo, gimana kenalannya, hehe*, tapi yang aku tahu dari media dan bahkan follow jejaring sosialnya Kaka *yang isinya banyakan bahasa dia, dan aku ga ngerti sama sekali*, kutarik kesimpulan bahwa Kaka adalah tipe pemain yang bisa bersinar di lapangan hijau. Selain tampangnya yang OK, kemampuan permainannya yang hebat, sering mencetak gol pula, dia adalah sosok yang berani menyatakan imannya. Pertama kali terkagum saat ia masuk majalah, ia bercerita tentang hubungannya dan kekasihnya *yang sekarang udah jadi istrinya* yang terus berjuang menjaga kekudusan sampai memasuki pernikahan. Di balik kaus Brasil-nya, ada kaus yang bertuliskan “I belong to Jesus”. Lalu dalam jejaring sosialnya, ia pernah menulis status: Nothing to do? Pray! Something to do? Pray! Pray all the time! dan Today in Sao Paulo a very special day. Mach to Jesus 2010! People of God declaring that Jesus is the one and only Savior *tapi aku ga tau apa itu Mach to Jesus 2010...*

Makanya, kalau aku ga nonton sendiri waktu Kaka dapat kartu merah (akumulasi dua kartu kuning), sulit banget percaya!
Kalau boleh membela, semua juga tahu gimana barbar-nya Pantai Gading. Dari sejak lawan Portugal *sampai Christiano Ronaldo pun dapat kartu kuning*, sampai kemarin lawan Brasil, aku mengkategorikan Pantai Gading sebagai tim yang menjurus kasar! Jadi wajarlah seorang pemain kepancing emosinya *lah wong yang nonton aja, emosi!!*
Dan lagi memang Kaka menyikut dada pemain Pantai Gading *entah sengaja atau tidak*, tapi anehnya, pemain Pantai Gading itu setelah disikut malah pegangin mukanya *seolah-olah mukanya yang disikut...memang sikutan dadanya ga sakit yaa? Perlu lebih keras kayaknya* dan jatuh pula *mau narik perhatian wasit yaa??*. Itu yang menurutku ga fair. Okelah, Kaka salah. Tapi pemain Pantai Gading-nya juga penuh acting!

Sampai-sampai setelah pertandingan, aku update status facebook:
Hidup sama kayak maen sepakbola. Terus berlari mencapai tujuan, lakuin usaha yang terbaik, namun ada kalanya juga rasa jenuh plus emosi datang, yang kalau ga dikontrol tetap berdampak buruk akhirnya... *sedih, Kaka dapet kartu merah di partai Brasil vs Pantai Gading.

Oke... Sekian dan terima kasih ulasan singkat tentang Kaka. Mungkin Kaka masih harus belajar untuk tidak terpengaruh suasana lapangan kali yaa...dan berespon lebih tepat.

Now, about me!
Setelah mengingat-ingat lagi kejadian Kaka, aku jadi merenung lagi...

Pertandingan sepakbola memang salah satu cermin yang baik untuk kita bisa melihat gambar diri kita sendiri.
Aku langsung teringat pada kejadian hari Minggu pagi. Aku ujian akhir semester. Sebenarnya, aku sudah belajar malamnya sampai pukul 01.30. Tapi ga tahu gimana ceritanya, aku tetap tidak bisa maksimal dalam mengerjakan soal-soal ujianku itu.
Okelah, aku terima. Aku memang tidak bisa di ujianku ini, mungkin karena aku kurang maksimal belajarnya.

Tapi ada juga hal yang tidak bisa kuterima dan terus kuocehkan *makasih buat mama-papa, yang udah jadi tempat ocehanku =)*
Teman-temanku yang juga tidak bisa ujian, bisa nyontek sana-sini supaya nilai ujiannya bagus!

Tujuan aku dan teman-temanku sama, maunya dapat nilai yang terbaik [bandingkan dengan para pemain sepakbola yang sama-sama memiliki tujuan mencetak gol sebanyak-banyaknya dan menjadi tim juara].
Namun, aku pribadi berusaha sebaik mungkin yang aku mampu, tapi mereka berusaha dengan cara apapun untuk tujuan itu [bandingkan dengan pemain-pemain yang ga segan-segan bermain kasar atau melakukan tipuan-tipuan dengan pemain yang mengutamakan disiplin dan ketekunan mengejar bola].
Ternyata ada kalanya juga aku emosi, mengumpat, dan menyalahkan pengawas ujian yang menganggap enteng tugasnya dan membiarkan begitu saja ketidakcurangan itu terjadi [bandingkan dengan pemain yang akhirnya kepancing emosi, akhirnya kasar dan mengumpat, juga dengan mudahnya menyalahkan wasit].
Tapi kalau mau balik lagi, segala sesuatu ternyata adalah proses. Dan segala sesuatu bukan tentang benar dan salah *karena seringkali penilaian benar dan salah orang zaman sekarang itu berbeda-beda*, tapi bagaimana respon kita atas segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita dan terhadap kita.

Semoga kesamaan-kesamaan peristiwa ini terus membuatku belajar untuk bisa berespon lebih baik dan lebih tepat lagi. Secara manusia, aku kecewa dan kesal. Tapi aku percaya Tuhan itu adil, baik, dan memperhitungkan hal-hal kecil sekalipun, yang kadang terlewatkan oleh manusia.


Sumber gambar: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/06/21/150378/262/4/Kaka-dapat-Kartu-Merah-Brasil-ke-Babak-16-Besar

Juni 11, 2010

Trending Topic - Dari Sisi AKU

Jarang banget aku bahas tentang trending topic. Tapi kali ini entah mengapa aku ingin mengabadikan pendapatku dalam tulisan.

Topiknya yaa lagi hot akhir-akhir ini. Video AP dan wanita-wanitanya... *hayoo, ngacung tangan yaa yang udah nonton!!*
Sayangnya tulisan ini tak akan membahas tentang isi video itu, benar atau tidak mereka pelakunya, orang di video itu hanya mirip atau memang asli, juga tidak akan membahas tentang pelaku-pelaku dan lain sebagainya...
Tulisan ini hanya akan membahas topik tersebut dari SISI AKU. Pendapatku, opiniku, perasaanku seputar topik ini... Tidak kurang dan tidak lebih!

Pertama kali dengar topik video AP-LM, aku cuek. Asli, cuek... Yah, secara selama ini sudah banyak seleb yang mengalami kasus serupa. Walau ada yang asli, cuma rekaan teknologi, atau sekadar menaikkan popularitas dan ajang promosi. Jadi aku menganggap hal ini sudah biasa bagi para seleb itu *anggapan yang mungkin seharusnya diubah, bukan karena satu atau beberapa seleb yang berkelakuan minus berarti semua seleb itu sama aja kan, toh aku yakin masih banyak juga seleb yang bisa bersinar dan patut diacungi jempol atas prestasi dan attitude-nya*.

Nahh… barulah belakangan berita ini semakin heboh dan panas. Jadi topik asik yang diperbincangkan di semua kalangan masyarakat, mau anak sekolah-mahasiswa-karyawan-ibu rumah tangga. Bahkan banyak yang membumbu-bumbui cerita ini menjadi semakin menarik!

Makin hari topik ini makin buat aku nyesek, plus sakit hati, plus geleng-geleng kepala. Bukan kasusnya. Bukan pelakunya. Tapi para khayalak ramai, yang posisinya sama dengan aku. Bisa memilih untuk menjadi penonton, pengamat, dan kemudian hakim!

Banyak yang nonton video tersebut, hanya dengan alasan mau tahu… atau penasaran… atau pengen lihat aja…
Salah ga yaa alasan kayak gitu??
Hmm... secara pribadi, itu hak asasi tiap manusia. Mau lihat kek, mau nonton kek, mau liat sekian detik lalu ga jadi nonton pun, itu pilihan tiap orang.
Tapi DARI SISI AKU, aku merasa bahwa kadangkala rasa mau tahu (sekadar pengen tahu dan pengen lihat, tanpa embel-embel) plus penasaran, harus dipertimbangkan lebih lanjut. Yang aku yakin tiap orang bertanggung jawab atas dirinya sendiri, dan terutama bertanggung jawab kepada Penciptanya sendiri. Bahkan rasa mau tahu dan penasaran pun, yang akhirnya kadangkala membuat seseorang jatuh, harus dipertanggungjawabkan.

Aku pribadi... aku dapat video itu dari broadcast message (BM) ponsel-ku. Tapi entah kenapa aku sangat-sangat tidak berani untuk melihat video itu...
Waktu aku dapat video itu, aku save, ga langsung lihat. Dan yang pasti, ga ada yang tahu, kecuali si pengirim BM itu, aku, dan Tuhan...
Jiwa mudaku, sangat penasaran. Sangat ingin tahu, cuma sekadar tahu. Tapi sampai kemudian video itu aku hapus, aku ga lihat!
Jujur... aku takut!! *hmm... salah satu penyebab takut ini karena aku masih kecil dan belum merit bukan yaa, hehe... :D
Aku ga takut ketahuan orang lain *secara orang lain pada umumnya pun, tak akan memusingkan aku lihat video itu apa ga... mau aku lihat atau ga pun, ga akan merugikan orang lain*.
Tapi ada sesuatu di hatiku yang mendorong aku untuk tak perlu melihat. Untuk apa juga? Toh itu tidak berguna dan tidak membangun diriku juga.
Dan yang terutama, aku takut sama Tuhan! *iyaalah... waktu aku lihat, bukan aku sendiri yang lihat... tapi Tuhan yang di dalamku pun ikut lihat... whats??? Gimana perasaan Tuhan yaa kalau aku ngajak Dia bareng-bareng lihat video itu?!! Takut sangat aku!!!
Kan aku pernah mendeklarasikan bahwa ”aku hidup, tetapi bukannya aku sendiri yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalamku”... Berani ngajak Dia nonton video blue kayak gitu??

Semakin lama pun aku semakin melihat bahwa setiap orang itu berbeda. Prinsip tiap orang berbeda. Kebenaran yang dianut tiap orang berbeda. Bahkan kebiasaan tiap orang pun berbeda.
Aku tak akan pernah bisa memaksakan kebenaranku pada orang-orang di jagad ini. Aku pun tak akan suka dipaksa mempercayai kebenaran orang lain yang berbeda dan tidak prinsipal dengan aku.
Dalam kasus ini, aku merasa *sekali lagi aku bilang ini DARI SISI AKU... tanpa bermaksud menyinggung pihak mana pun... seperti yang sudah kubilang, kebenaran tiap orang berbeda* kalau aku menonton video itu, aku akan sama berdosanya dengan pelaku video itu. Para pelaku melakukan hubungan intim tanpa ikatan, bisa dikatakan dosa? Yaa! And then, para penonton video itu menyaksikan dan melihat sesuatu yang tidak pantas, antara bisa menimbulkan rangsangan atau malah eneg dan jijik sendiri sesudahnya. Tuhan pernah bilang kan, siapa yang melihat seorang perempuan dan menginginkannya, ia telah berdosa di dalam hatinya!


Anyway, mungkin ada yang beranggapan aku fanatik. Hal seperti ini aja kok, dibahas panjang lebar gini sih, bawa-bawa hal rohani-hati-agama pula... Ini kan sesuatu yang biasa.
Dan kuakui, aku memang fanatik *radikal, mungkin!* untuk sesuatu yang kupercayai!
Sudah berlangsung cukup lama, aku mau memadukan hal-hal rohani dan sekuler *menurut manusia pada umumnya*. Lagipula, aku yakin, hal-hal rohani memang selalu berpadu dengan sekuler. Tubuh tanpa roh, apa artinya? - Dan roh itu senyata baju yang kita pakai...

Aku juga mau belajar untuk membuat diriku tidak terbiasa sama hal-hal yang biasa menurut orang lain *hmm...jadi mikir, aku yang terbalik atau memang dunia yang sudah diputarbalikkan yaa??
Kasih tahu teman saat ujian dan nyontek mah biasa... Tapi aku berpendapat bahwa orang yang belajar saat mau ujian adalah biasa!
Seseorang yang bisa berkomentar dengan spontan ”Bego banget tuh orang...” adalah biasa. Aku justru mau belajar untuk tidak terbiasa dengan kata-kata negatif seperti itu, walaupun kasusnya spontan!
Gonta-ganti pacar mah biasa. Aku malah mau belajar untuk terbiasa dengan komitmen dan bertanggung jawab tentang memilih PH!
Sex before married udah banyak di kalangan anak muda sekarang... Aku malah menganggap bahwa sex setelah menikah akan lebih indah, karena segala sesuatu yang kecepatan dan kelambatan ga akan seindah sesuatu yang tepat pada waktunya!
Lip-kiss sama pacar mah biasa banget jaman sekarang... Aku malah masing beranggapan kalau my first kiss is my wedding kiss adalah sesuatu yang WOW!
Nonton video AP-LM kan ga apa-apa, udah biasa, semua juga bisa nonton dengan mudah, lagian masa ga penasaran sih... Aku justru mau belajar untuk tidak membiasakan diri dengan hal-hal yang bertentangan dengan hati nuraniku, walau harus mengorbankan rasa penasaran!


Wahh... Ga nyangka juga jadi sepanjang ini... :D
Hanya berbagi opini, pendapat pribadi, kepercayaan pribadi, dan tempat pelampiasan jiwa yang sesak melihat semua fenomena hidup...
*Selipan Doa Pribadi di akhir tulisan panjang ini: ”Tuhan, semoga ini bukan hanya sebuah tulisan dan kata-kata kosong belaka... Ajar aku menjadi pelaku kebenaran dan bukan sekadar pemberita saja... Tapi aku ga akan mampu sendiri, namun aku percaya, Engkau yang akan memampukanku... Amin!” – asli, aku takut pula kalau aku akhirnya hanya NATO *No Action Talk Only*
Segala kemuliaan bagi Tuhan...
God Bless ^-^

Juni 08, 2010

Problem = Masalah

Hidup itu rumit dan penuh masalah. Jangan mengambil bagian dalam masalah orang lain. Biarkan orang lain mengurus masalahnya masing-masing.”

Bahagia banget kali yaaa kalau bisa praktek kalimat tersebut di dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, aku tak bisa 100% cuekin masalah orang lain menjadi bagian mereka masing-masing. Terkadang masalah itu menimpa orang-orang di sekitarku, sehingga mau tak mau, akupun turut ambil bagian dalam masalah itu. Bersimpati dan mencoba berempati.

“Kalau seseorang tahu berbuat baik, tapi tidak melakukannya, ia berdosa.”
Kalau aku tahu ada orang di sekitarku yang mendapat masalah, tak mungkinlah aku sepenuhnya menutup mata. Apalagi kalau ternyata sumber masalahnya adalah ulah seseorang yang ternyata juga berada di sekitarku. Wahhh... Rumiiittt!!! Dosalah aku kalau nyuekin orang yang sedang bermasalah tersebut, padahal mungkin aku bisa berbuat baik, dengan mendengarkan ceritanya mungkin...

***

Aku tahu hidup tak lepas dari masalah. Begitu pun dengan aku...
Tapi puji Tuhan, aku terberkati dengan kasih karunia yang cukup untuk dapat menghadapi dan menyelesaikan masalahku dengan campur tangan-Nya. Walau tak kupungkiri, akupun masih jatuh bangun dalam banyak hal. Pribadiku, masalahku, pergumulanku, bangunan rohaniku, bahkan sifat-sifat burukku...

Tapi beberapa waktu belakangan ini, banyak sekali masalah yang datang silih berganti *kalau boleh dikatakan berturut-turut tuh masalah datangnya...*. Dan itu bukan sepenuhnya masalah tentang AKU... Masalah-masalah itu menyangkut orang-orang di sekitarku, yang dekat dengan kehidupanku sehari-hari dan melibatakanku pula... Huaaa.... T.T *tetap aja sedih...*

Jujur... Sejujur-jujurnya...
Aku tak mengerti sama sekali rencana-Nya dari ini semua...bahkan yang punya masalah pun tak mengerti rencana-Nya saat ini...
Tapi aku percaya...manusia boleh mereka-rekakan yang jahat, tapi Tuhanku yang Maha Besar itu mampu mendatangkan kebaikan atas segala sesuatu...

Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya, yaitu bagi setiap orang yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya. Amin!!

*Hanya bisa berharap penuh pada-Mu...atas segala rancangan kebaikan-Mu bagi hidupku, apapun yang terjadi saat ini... Walau jalanku tak mulus...jalannya tak mulus...tapi kami mau tetap percaya pada-Mu... Dalam sukacita, Kau ada... Bahkan dalam dukacita pun, Kau ada...
Sekarang mungkin belum nampak titik terang itu...tapi di balik jalan gelap yang tak tahu kemana arah tujuan ini, Cahaya Kehidupan akan tetap terang bersinar di depan sana... Amin! *

Mau Nulis Karena Pusing, Tapi Bingung... So, Ga Jelas Nulis Apaan...

Setiap orang yang menabur, pasti akan menuai...

Ini bukan tentangku... atau tentangmu...
Ini tentang SETIAP ORANG...
Setiap orang yang menabur, pasti akan menuai...
Karena Tuhan tak pernah tertidur...
Karena Tuhan tak buta...
Karena Tuhan itu adil dan Maha Besar...


Mungkin belum ada satu pun yang paham dengan yang sedang terjadi...
Tapi lupakah aku kalau Tuhan pun tak pernah janjikan perjalanan hidup yang mulus, tanpa rintangan, tanpa gesekan, dan tanpa kejatuhan?
Ia hanya berjanji kalau Ia akan menyertai setiap langkah orang yang percaya, setia, berserah, dan menaruh pengharapannya pada Tuhan
Ia menjanjikan rancangan damai sejahtera dan hari depan yang penuh harapan, bukan pada awal hidup seseorang, namun untuk masa depan *hari depan*... Masa yang masih hitam dalam lembar hidup seseorang, belum terlihat sama sekali. Namun sudah dilihat, direncanakan, dan dirancangkan oleh-Nya!

“Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu”
Perkataan Tuhan yang sudah sangat familiar ini, merupakan undangan bagi setiap orang untuk datang kepada-Nya dan memperoleh kelegaan...
Tapi lihatlah... SEMUA YANG LETIH LESU DAN BERBEBAN BERAT... See?
Tuhan sudah tahu kalau dalam perjalanan hidup ini, seseorang pasti akan merasakan letih lesu. Ini suatu hal yang wajar.
Dan undangan ini diperuntukkan bagi setiap orang yang sedang mengalami masalah, pergumulan, dan lelah dengan hidup. Datanglah pada-Nya dan kelegaan-lah yang akan kita dapatkan dari-Nya.
Hanya saja, pertanyaannya, maukah kita datang kepada-Nya saat masalah begitu terasa menghimpit, kita tak berdaya, dan sudah sangat capek di perjalanan hidup ini?

Juni 04, 2010

Saat Seseorang di Posisi Puncak

Perjalanan menuju puncak tidaklah mudah,
Ada banyak langkah dan rintang yang menghadang jalan...

Namun, bila seseorang mencapai puncak dengan menghalalkan segala cara...
Apa itu bisa dianggap ‘benar’?

Siapa pun tahu, semakin tinggi pohon, semakin besar angin yang menerpanya...
Bila akar pohon itu tak tertancap kuat, percumalah pohon itu menjulang tinggi, karena pastilah pohon itu akan tumbang!
*Pun dengan manusia...*

Kata temanku, kalau posisi seseorang itu di bawah, ia takkan jatuh, hanya tergelincir atau terpeleset...
Namun, saat posisi seseorang ada di atas, kalau daya tahannya terhadap angin kencang yang berhembus tidaklah baik, ia tidak akan sanggup bertahan...

Dan semakin tinggi seseorang, akan semakin sakit waktu ia terjatuh!

Jadi... kita lihat saja, siapa yang se-HARUS-nya menduduki posisi puncak itu dan dapat bertahan...!


Catatan Penulis:
Melihat seseorang mencapai posisi tinggi di suatu organisasi karena ‘mendepak’ atasannya.
Hanya catatan pengingat bahwa hidup di dunia hanyalah penugasan sementara yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Sang Pencipta. Jadi berbijaklah dalam memilih kehidupan.
Satu lagi yang kuingat... Saat kesalahan seseorang mulai terkuak, tak usah semakin menjatuhkan lagi. Tiap orang juga pernah berbuat salah kan...

Juni 01, 2010

Dear Diary

Oleh: Vina Venylia

Kurebahkan tubuhku ke atas tempat tidur. Lelah dengan segala yang terjadi hari ini. Aku ingin semuanya cukup sampai di sini saja. Aku mencoba memejamkan mata untuk melupakan segalanya dan hanya bisa berharap besok segala sesuatunya dapat lebih baik lagi.

Tapi sepertinya keadaan tidak mengijinkan. Walau sudah hampir satu jam aku memejamkan mata, tapi aku masih belum dapat terlelap juga. Pikiranku melayang-layang, tak tentu arah. Rasanya aku ingin mengeluarkan segala beban pikiran ini, agar aku dapat kembali tenang dan tertidur lelap.

Akhirnya aku memutuskan untuk bangun dari tempat tidur, kemudian mengambil buku diary di laci meja belajarku. Diary ini masih baru dan kosong, karena sejak buku diary aku yang lama habis, aku belum menulis lagi.

Dan saat ini, aku pikir hanya buku ini yang dapat membantuku melepaskan segaa beban pikiran dan kepenatanku seharian ini. Tapi, aku bingung untuk memulainya.
Setelah beberapa menit aku berpikir, aku pun mulai menulis. Kurasa hal pertama yang harus kutulis di buku diary itu adalah tentang bagaimana perasaanku sekarang ini.


Dear diary,
Aku lagi pusing banget neh! Rasanya perasaan aku lagi nggak enak banget deh sekarang. Sampe-sampe aku nggak bisa tidur. Hikz.. T.T
Ya, aku tau sih alasan aku jadi begini.

Diary, sepupu aku sudah beberapa tahun belakangan ini mengeluh sakit perut. Tapi karena kami semua berpikir dia hanya sakit maag, maka kami tidak terlalu mempersoalkannya. Memang sih, dia masih sering mengeluh sakit. Tapi sepertinya tidak parah. Maka kami tetap menganggapnya hanya penyakit kecil saja.

Setelah setahun berlalu, dia malah lebih ngerasa sakit yang luar biasa banget di bagian perutnya. Karena mulai panik, akhirnya kami pun membawanya ke rumah sakit. Ia pun diperiksa. Dan ternyata, dokter mengatakan bahwa ia sakit usus buntu dan harus segera dioperasi.

Setelah dipikir-pikir akhirnya kami semua setuju. Hari operasi pun tiba. Semuanya begitu cemas menantikan kabar dari dokter.

Sekitar 1,5 jam operasi berlangsung. Kami pun langsung menghampiri dokter yang baru keluar dari ruang operasi dan menanyakan keadaan sepupuku. Dokter diam. Ia kelihatan ingin mengatakan sesuatu, tapi sepertinya berat sekali. Aku jadi berpikir, apa mungkin sesuatu yang buruk telah menimpanya?!!

Setelah didesak terus-menerus, akhirnya dokter mengatakan bahwa penyakit sepupuku ini bukan hanya usus buntu, tapi dokter juga menemukan ada benjolan besar di ususnya. Tapi ia masih tidak berani bertindak terlalu jauh, karena takut sesuatu yang lebih fatal akan terjadi. Maka, dokter pun menyarankan agar sepupuku segera di scan sehingga dapat diketahui, apakah penyakitnya itu tumor atau kanker. Tentu saja kami semua setuju.

Beberapa hari berlalu, hasil scan pun keluar. Orang tua sepupuku dipanggil masuk ke ruang dokter. Yang lainnya hanya menunggu di luar. Kira-kira hampir setengah jam mereka di dalam.
“Kanker usus ganas. Kata dokter, dioperasi pun akan sia-sia dan tidak akan menolong. Jadi, kita hanya bisa pasrah dan menunggu waktu. Paling lama 5 bulan lagi.” Itulah yang dikatakan orang tua sepupuku saat keluar dari ruang dokter. Kami semua pun hanya bisa terpaku.

Tubuhku seperti terkena aliran listrik. Dadaku bergetar. Bibirku terkunci. Aku tidak sanggup mengatakan apapun. Yang kutahu, saat itu aku ingin pingsan rasanya. Dan aku tahu, mungkin bukan aku saja yang merasa begitu. Tapi keluarganya dan kami semua pun merasakan hal yang sama denganku.

Lagipula, aku selalu benci dengan prediksi umur seseorang. Siapa sih dokter? Mereka pun tetap manusia biasa kan. Mengapa mereka bisa bilang umur sepupuku 5 bulan lagi. Kalau Tuhan berkehendak umur sepupuku sepanjang mungkin, aku percaya itupun tidak mustahil! Setiap manusia pasti akan mati, hanya cepat atau lambat saja yang membedakan.

“Dokter hanya bisa memprediksi, tapi cuma Tuhan yang tahu dan menentukan umur seseorang, jadi kita hanya bisa berdoa dan berserah aja sama Tuhan. Lagipula, bukankah semua orang juga pasti akan mati?! Hanya umurnya saja yang berbeda,” kataku kepada semua yang ada di sana.

Aku sendiri tidak tahu darimana aku bisa mengeluarkan kata-kata penghiburan seperti itu. Padahal saat itu, aku sendiri seakan ingin berteriak dan menangis sejadi-jadinya. Yang aku tahu sebenarnya aku tidaklah setegar itu kok!

Kami pun kembali ke kamar inap sepupuku. Kami semua bertekad dan berkesimpulan bahwa sepupuku ini tidak boleh mengetahui apa yang dokter katakan. Alangkah baiknya, bila ia dapat terus bersemangat untuk hidup.

Sebab tidak ada satu pun obat atau peralatan medis yang dapat menyembuhkan ataupun memperpanjang usianya. Semuanya hanya tergantung keinginannya untuk terus berjuang mempertahankan hidupnya, dan kehendak Tuhan tentunya!

Enam bulan berlalu. Waktu yang melebihi prediksi dokter!

Sepupuku memang telah kembali ke rumah. Tapi keadaannya tak kunjung membaik. Badannya pun hanya tinggal ‘kulit yang melapisi tulang’.

Saat aku menjenguknya, ia baru saja terbangun dari tidurnya. Ia bercerita padaku bahwa ia melihat cahaya putih yang sangat terang hendak menjemputnya. Ia melihat kebahagiaan di sana. Dan ia mengatakan bahwa ia ingin segera ke tempat itu.
Hatiku hancur!! Aku sedih sekali. Ingin rasanya aku menangis. Tapi aku tidak bisa menangis di depan dia.

“Wah, kelihatannya indah sekali. Mengapa aku tidak bisa melihatnya ya? Aku juga ingin ke tempat itu!” ucapku asal, hanya sekedar memberitahukan dia bahwa aku mendengarkan ceritanya, dan ingin turut larut bersama perasaannya saat itu.
“Kamu boleh kok ke tempat itu. Tapi aku duluan yang ke sana. Kamu jangan lupain aku yah. Kalau suatu saat nanti kamu ke sana, kamu harus panggil aku. Aku sih nggak akan lupa sama kamu... Kalau masalah kamu tidak bisa melihatnya sekarang, tentu saja. Tapi tenang aja deh, suatu saat nanti kamu juga tau tempatnya. Asal kamu jadi anak baik, supaya bisa nyusul aku,” dia mengatakannya dengan tersenyum tulus sekali. Senyum malaikat.

Aku pun tersenyum kepadanya. Tapi aku pun ingin sekali menangis. Air mata terus kubendung agar tidak mengalir keluar. Aku terharu. Aku sedih. Tapi aku lega karena aku tau dia akan segera pergi ke tempat yang senang. Aku tau tempat itu! Dan tentu saja aku harap suatu saat aku juga akan ke sana bersama sepupuku yang paling baik ini!

Jujur, kami semua prihatin, sedih, dan tidak tega melihatnya terus-menerus seperti ini. Kami memang lebih memilih berpasrah pada kehendak Tuhan. Tuhan tau waktu yang tepat untuk memanggil dia. Menghentikan semua penderitaan yang ia alami karena sakitnya.

Akhirnya, satu hari sebelum ulang tahunnya yang ke-18, ia meninggal. Kami sedih. Tapi kami juga lega. Mulai sekarang, ia tidak akan mengalami penderitaan dan kesakitan lagi. Ia pasti bahagia dan tersenyum senang di atas sana.
Hari ini adalah hari dia dikebumikan. Tidak ada satu pun dari antara kami semua yang tidak menangisinya.

Aku jadi ingat kalimat yang pernah kudengar.
“Saat kamu lahir, kamu menangis dan dunia bersukacita. Hiduplah sedemikian rupa, sehingga saat kamu meninggal, dunia menangis dan kamu bersukacita”
Ohh. Sepupuku yang terkasih sudah membuktikannya!!

Diary, aku jadi nangis lagi deh. Tapi nggak apa-apa deh. Aku udah sangat lega kok. Thanx ya diary, udah jadi teman curhatku yang baik buat aku ngeluarin semua beban dan uneg-uneg aku.
That’s all for today. C.U again next time!



Aku pun menutup buku diaryku. Menyeka air mata yang tumpah. Dan mencoba kembali tidur. Aku tahu segalanya sudah lebih baik, dan akan terus lebih baik lagi. Tuhan pasti masih berikan aku banyak kesempatan. Lagipula, dunia masih berputar kok. So, life must go on!