Juli 26, 2010

Thank You, Lord

Di lubuk hatiku yang terdalam, yang kadangkala terlupa oleh seribu kesibukan dan sejuta masalah yang datang menghampiri, aku sungguh mengasihi-Mu

Di kehidupan yang penuh tanda tanya dan tumpahan air mata, aku tetap merasa bahwa Kau selalu baik

Di balik bongkahan batu yang besar, selalu ada celah kecil yang menunjukkan kepedulian dan kasih-My, yang selalu mampu membuatku bersyukur

Thank You, Lord...
You know how much I love You...till eternity!

Juli 08, 2010

Starting Chapters 21

Saat tangisan pertamaku di dunia ini tertumpah, bagian cerita hidupku baru akan dimulai. Terukir cerita dan kisah yang mengisi lembar demi lembar.
Setiap bagiannya menceritakan tiap tahun perjalananku.
And see, bab 21 akan segera dimulai! Very excited!!

Perjalanan hidupku tak hanya tentang aku dan aku.
Di sana... di setiap bab-nya ada kisah orang-orang di sekelilingku yang turut andil dalam perjalananku.
Dan tanpa mereka, satu per satu... setiap dari mereka...
takkan terangkai sebuah cerita yang manis hingga kini.
Di dalamnya ada tangis dan tawa, harap dan kecewa, jatuh dan bangun, gagal dan sukses, berbagi kasih dan kemarahan, persaingan, ambisi, putus asa, cinta, hasrat, persahabatan, dan warna-warni hidup lainnya.

Banyak tokoh yang hadir dalam perjalanan kisahku. Ada yang cuma numpang lewat, ada yang just say hi, ada yang berkesan, ada yang kuharap tak pernah jumpa, ada pula yang kuharap akan tetap setia mengiringiku kisah hidupku sampai akhir nanti.
Dan di catatanku ini, di akhir bab 20, akan ada jeda dari sang tokoh utama, yang sangat ingin mengucapkan terima kasih kepada beberapa tokoh yang cukup penting (karena ruang terbatas, hanya sedikit dari banyaknya tokoh yang kuucapkan terima kasih!)


I want to give a big thanks to my Mom and Dad. My Mom is my angel and my Dad is my hero. Without you, there’s no Vina Venylia in this world. Aku sangat-sangat ingin berterimakasih untuk teladan dan sifat kalian. Buat mamaku atas segala kesabarannya dalam menghadapi aku yang sangat sulit menjaga mood dan emosi, juga atas ketersediaan mama mendengar segala curhatku dan yang tak segan pula sharing sama aku. It’s mean a lot for me! Juga buat papaku atas kerja keras dan sikap pantang menyerahnya, yang sangat memacuku dalam setiap hal yang aku lakukan. Lihat, aku sangat mirip papa kan?

I want to say thanks to my sister. Kita sering banget ribut, ngadu mulut, marah, emosi, tapi lucu banget ga sih, kalau kita selalu bisa baikan dengan mudah? Yaa, sifatku dan sifatmu sangat-sangat mirip, walau juga sangat berbeda!! Dua bersaudara yang banyak orang bilang mirip bahkan kembar, dan selalu bisa tampil kompak dan bareng-bareng dalam setiap kesempatan. Jangan jenuh-jenuh yaa bareng-bareng terus. Siapa tahu ini takkan berlangsung selamanya, iya kan?

Thanks to my very best friend, Irwan. **?? Umm...bingung mau ngomong apa, hahaha...**
Just want to say thanks because you always think that I’m a good person and a good friend for you. Hope our friendship will be forever and ever. Thanks for sharing. Thanks for inspiring me. And... Peace ^^v

Thanks to my best friend, Aida. *hmm... speechless-lah ngomong tentang kamu mah, hehe :)*
Aku percaya Kristus mampu mengubah hidup seseorang dengan atau tanpa campur tangan unsur manusia di dalamnya, kamu-lah buktinya! Kamu tahu ga, kamu banyak kasih masukan dan teladan *baik langsung dan ga langsung* buat aku. Kadang malah nampar aku *kalau lihat bagaimana kamu bisa happy dan bersyukur dalam situasi seburuk apapun...* Kamu udah sangat-sangat berubah dan jauh lebih dewasa, dewasa di dalam Tuhan terutama!

Wahh... makin dipikir mau say thanks sama siapa saja, makin banyak nama-nama yang terlintas.
Daripada sudah melintas di benakku namanya, tapi mubazir, jadi coba kusebutkan saja beberapa nama ini...

Thanks buat ci Yanti, Yoan, ci Natalia... teman seperjuangan di kantor... Dare to be different! Keep united and keep in touch!

Thanks buat Nia, Nani, Valen... teman kampusku yang selalu mau bareng-bareng dan ga ribet seperti teman-teman lainnya kalau mau ujian :)) friend forever, gals...

Thanks buat Shenny... yang banyak melatihku tentang kesabaran dan pengharapan, hahaha... Sabar kalau sms aku ga dibales-bales dan belajar berharap kalau sekali-kali kamu yang sms duluan gituu, de =( miss u!!

Thanks buat Stefanie, Meilia, SinKos... teman-teman baikku di KY... Yang ga jadi-jadi ketemuan, padahal mauuu...!!

Thanks buat ci Dian Oktavia... teman, cici, sahabat, pembina terbaik aku =)

Thanks buat k’Flora Marcella... so happy for many times to share... dari zaman pertama kali kirim message inbox fb, sampai sekarang... banyak terinspirasi dan tersemangati olehmu =)

Thanks buat Tansi... kata-katanya sering banget nembus dalem-dalem hati... masih disimpen di hati kok kata-katamu yang baik-baik dan membangun... =)

Thanks buat teman-teman kecilku di Pancaran Berkat...
Thanks buat teman-teman remajaku di Kristen Yusuf...
Thanks buat teman-teman gerejaku di GBI Jelambar Timur...
Thanks buat teman-teman kampusku di Universitas Esa Unggul...
Thanks buat saudara dan keluarga-keluargaku...

Thanks buat GRACIERS, komunitas tempat kita saling berbagi, bertumbuh, dan belajar. Banyak orang, banyak karakter, banyak kebiasaan... =)

Thanks buat YukNulis, k’Lini, ci Femi, ci Imelda, ci Fonny, dan banyak nuliser di sana... terima kasih buat media menulisnya. Orang awam yang mau belajar nulis. Juga sangat-sangat berterima kasih atas banyak tulisan para nuliser yang membangun, menginspirasi, dan membuatku tahu kalau tiap orang punya ciri tulisan masing-masing dan terus mencoba menulis dengan caraku sendiri =)


Yang terpenting, terutama, dan segalanya... super-big thanks to my Majesty, Lord Jesus... Yang sudah berikan aku jaminan keselamatan, yang selalu ada buatku, yang selalu berikan aku kasih karunia yang besar, namun juga yang seringkali kulupakan dan kukecewakan =( I don’t know what must I say... I just want to say I love YOU so much with all I am, no matter what... I still love YOU... I’m nothing without YOU... Segala yang aku punya itu dari-Mu... Segala yang aku bisa lakukan itu karena-Mu... Aku tak bisa apa-apa tanpa kekuatan dari-Mu... Aku sangat-sangat terkagum, terpesona, dan bersyukur untuk setiap detil hidupku yang kutahu Kau turut campur tangan di dalamnya. Seringkali aku merasa dipaksa (dikondisikan) dengan sangat buruk, tapi Kau memang sutradara terbaik di hidupku, karena ternyata pada akhirnya all is well... Kau yang paling tahu persis who I am dan selalu bersedia menerima aku apa adanya... Thank you, Lord...so much!! You’re my everything...

Now, I’m ready to start a new chapter... Chapters 21...
*owww... thank you, Lord!!!*

Juli 05, 2010

Pelajaran dari Pertandingan Sepakbola – Proses atau Hasil?

Pertandingan sepakbola mulai memasuki babak semifinal!
Dari 32 tim yang lolos sejak putaran pertama Piala Dunia Afsel, sudah tersisih 28 tim.



Kemudian, yang menjadi topik yang akan kubahas: apakah semua tim yang tersisih itu berarti kalah? Kalah dalam hasil atau prosesnya??

Menurut pertandingan yang aku saksikan, tim yang kalah tidak selalu bermain buruk. Seringkali tim yang kalah itu sudah bermain baik, disiplin, dan menguasai bola. Namun, ternyata modal itu tidak cukup untuk memenangkan pertandingan. Harus pula disertai penyelesaian akhir yang baik dan faktor keberuntungan. Yah, aku percaya ada faktor keberuntungan untuk tim-tim yang berhasil masuk 8 besar ini, selain tentunya perjuangan dan usaha mereka juga harus baik.

Namun, lihatlah bagaimana publik seringkali mengecam tim yang kalah, bahkan terkesan menghina dan memojokkan. *seolah-olah merupakan komentator paling top, yang paling tahu bagaimana caranya agar sebuah tim bisa menang*. Tak usah jauh-jauh ke luar negeri, di salah satu jejaring sosial yang merupakan tempat mudah untuk berchit-chat ria, banyak sekali yang mengecam tim (dan juga wasit =p).

Kalau balik ke aku sendiri sih, memang kalau ada pertandingan yang tidak kusaksikan, hal pertama yang aku tanyakan adalah “Berapa skornya? Siapa yang menang?”, bukannya tanya “Siapa yang mainnya bagus? Gimana pertandingannya?”. Aku (dan kurasa semua orang pada umumnya) akan lebih memfokuskan pertanyaannya pada hasilsiapa yang menang dan skor akhirnya, bukan pada prosessiapa yang bertanding lebih baik dan apa wasitnya curang atau memihak.

Setelah beberapa waktu berkutat dengan pikiran hasil dan proses di Piala Dunia, kini aku kembali ke dunia nyata...
Banyak yang beranggapan bahwa proses lebih penting daripada hasil. Tak peduli betapa berhasilnya seseorang mencapai pencapaian, tak akan bisa bertahan lama bila ia tak kunjung menghargai proses. Atau, seseorang yang menghargai proses, cepat atau lambat akan melihat buahnya.

Benarkah begitu?
Coba kutelaah...

Saat sekolah, aku selalu berusaha belajar dengan baik dan memperoleh nilai yang baik pula. Dari TK hingga SMU, aku selalu berusaha memperoleh hasil yang memuaskan dan peringkat kelas yang terbaik. Jujur, aku selalu ingin hasil yang TER-. Dan memang tidak sia-sia. Puji Tuhan, selama ini hasilku baik (bahkan sampai sekarang aku kuliah ^^v).

Tapi terkadang aku merasa ini semua tak terlalu berguna. Tidak akan ada yang tanya “Bagaimana rapot kamu dari TK-SMU?”, “Berapa banyak nilai merah di rapot kamu?”. Yang orang lain lihat, ijazah terakhir (terpakai saat seseorang mau ngajuin beasiswa atau mulai kerja). Yang orang lain lihat, pendidikan terakhir dan gelar yang disandang (kamu lulusan SMU/SMK/S1).

Pertanyaan baru jadi muncul, buat apa seseorang DO MY BEST FROM A to Z, if everyone just see Z?? Toh hasil A-Y tidak dipertimbangkan dan tidak dipedulikan orang lain. Hasil biasa-biasa pun cukuplah, yang penting lulus, yang penting hasilnya baik. Yang penting Z-nya!

Nah loo... jadi bimbang begini, hehe... =)

Anyway, mungkin yang aku tulis di atas bisa benar bisa salah. Walaupun kebanyakan orang hanya melihat ujung-ujungnya saja, tanpa melihat prosesnya. Tapi percayalah, kalau proses itu penting, dan hasil pun juga penting. Karena seseorang tak akan tahu seberapa penting dan berharganya hasil yang baik, tanpa proses yang sulit namun berhasil dilewati.

Pendapat dan cara pandang orang lain itu bukan bagian kita. Namun, bagian kita, kalau kita bisa mengubah paradigma untuk tetap menghargai setiap proses di hidup kita, percayalah hasilnya pun akan sesuai. Karena apa yang kita tabur, itu yang kita tuai.

So, selalu berusahalah menghargai setiap proses sampai menuju hasil yang terbaik. DO OUR BEST deh... Habis itu hasilnya mau seperti apa, we’ll see. Karena Tuhan pun pasti melihat, menghargai, dan memperhitungkan semua proses yang kita lalui.


*Sumber gambar:
http://alamsafari.files.wordpress.com/2009/11/free-download-official-vector-logo-world-cup-2010-south-africa-dan-bendera-bendera-negara-dunia-thumbnails.jpg