November 27, 2011

Repost - Mana Berani Aku Mengeluh!

Sesungguhnya ingin kusampaikan sejuta keluhku
Tapi aku tak berani!
Aku ingat kasih setiaNya dalam hidupku, mana berani aku terus meminta dan meminta sambil mengeluh!
Satu banding sejuta...perbandingan ’hal-hal malang’ dan kebaikan yang aku alami karena Dia...masa kan aku masih mau mengeluh dan melupakan hal baik yang terus dilakukanNya padaku!


Ayub memiliki keluh kesah satu kitab. Saat ia mengalami pencobaan berat. Saat ia dihakimi oleh teman-temannya. Padahal sejatinya, ia tidak sepatutnya dihakimi. Ia tetap takut sama Tuhan, bahkan dalam keluh kesahnya. Hal ini tercermin sampai akhir pencobaannya!

Daud dapat menulis mazmur-mazmur indah. Bahkan dalam pelarian dan masa-masa kesesakan, mazmur termanis dapat keluar darinya. Menginspirasi!

Rasul Paulus menulis berbagai pengajaran untuk jemaat-jemaat Allah. Pengajaran tentang kebenaran. Pengajaran yang menguatkan. Walaupun ada duri dalam dagingnya. Walaupun hidup perjalanannya mengiring Tuhan tidaklah mulus. Mampu melompat tinggi dari tingkat seorang yang menentang Kristus menjadi radikal bagi Kristus. Radikal sampai akhir hidupnya. Setia sampai akhir!


Aku ingin memiliki sedikit saja.....keberanian Ayub berkeluh kesah, kemampuan Daud menuliskan mazmurnya bagi Tuhan dalam keadaan apapun, dan kesetiaan serta keradikalan Paulus dalam perjalanannya mengikut Tuhan!


Tidak sedikit...tapi juga tidak sangat banyak, yang berani dan dapat aku tuangkan dalam tulisan-tulisan saat fisikku lemah...
Aku ingin membagi berkat, bukan berbagi kesakitan!

Tapi alangkah inginnya aku mencurahkan seluruhnya...sampai aku sendiri, dan kamu-kamu sadar dan teringat lagi akan segala kasih karunia Tuhan dalam tiap detail kehidupan...
Bahwa orang yang merasa miskin adalah orang yang sangat tidak bersyukur!! Kita tidak perlu menjadi kaya raya untuk bisa bersyukur. Dan sebaliknya, kita tidak perlu kehilangan harta benda dan kekayaan untuk merasa miskin. Semuanya cuma tergantung dari sikap hati kita. Apa hati kita tetap mau bersyukur dalam segala sesuatu atau tidak! Dan apa kita mampu menilik lebih dalam, bahwa hidup kita pun merupakan suatu kekayaan yang Tuhan kasih buat kita. Saat kita masih bernafas, saat itulah kita masih kaya!! Kaya akan kemurahan dan anugerah Tuhan!

Sesungguhnya saat mata masih bisa melihat, kita masih kaya. Bayangkan orang yang tak bisa melihat. Bayangkan orang yang matanya selalu perih dan iritasi. Melihat sesuatu seperti siksaan... Tapi orang yang memiliki mata sehat, menganggap kesehatan matanya itu hal sepele. Memang sepatutnya seperti itu. Hei, kita lupa, mata sehat yang dapat dengan normal dan baik melihat ke sekeliling, melihat awan di langit, bintang pada malam hari, dan bertatapan dengan keluarga dan orang-orang yang kita kasihi, itu adalah anugerah!

Juga saat kaki pun masih menjadi anggota tubuh yang berfungsi dan terstruktur rapi, kita masih kaya. Setiap saat kita bisa berjalan, berlari, melompat, berkendaraan, main bola, main sepeda, berolahraga, atau mungkin mengangkat kaki ke kursi dengan mudahnya, saat itu kita juga masih kaya. Dan itu mahal banget harganya. Ga ternilai sama sekali! Bayangkan orang-orang yang tulang kakinya patah, retak, atau kakinya bengkak, lumpuh, terlebih lagi tidak punya kaki. Apa namanya? Oh ya, cacat!
Setelah kakiku bermasalah belakangan ini, aku terus semakin menyadari kekayaan-kekayaan yang aku punya, karena setiap anggota tubuhku masih berfungsi dengan amat baik selama ini. Dan alangkah jarangnya aku mengucap syukur untuk semuanya itu. Satu per satu. Secara detail. Berlebihan? Ga sama sekali. Karena saat satu aja anggota tubuh kehilangan fungsinya atau tidak bisa berfungsi sebagaimana adanya, baru kita tahu bahwa setiap anggota tubuh kita itu penting! Memiliki keutuhan itu kekayaan. Kesehatan itu pun kekayaan!

Aku pernah mengalami masa-masa kejayaan, secara materi *ga berarti kaya raya lohh, maksudnya semua berkecukupan dan malah bisa berlebih*. Semua mudah tercapai. Keinginan mudah didapatkan. Pun disaat itu selalu saja ada yang kurang. Ternyata materi melimpah ga bisa membeli kebahagiaan dan kepuasan. Yang ada ego semakin lebar.

Aku juga pernah mengalami masa penuh kekurangan. Tapi sebenarnya tidak kekurangan materi sih, selalu bisa berkecukupan. Pas banget. Tak berlebih. Untuk kebutuhan, bukan keinginan. Pernah tuh merasakan selama berbulan-bulan ga pernah makan di luar, jalan-jalan ke mall *takut kecantol beli sesuatu*, nonton bioskop...ga ada deh yang namanya enak-enak, sekedar refreshing yang mengeluarkan biaya. Tapi saat itu, kekurangan materi, aku mendapat limpahan berkat Tuhan untuk selalu cukup. Aku menyebutnya masa padang gurun. Ga bisa berharap sama apa pun: sama rekening di bank, pendapatan, apalagi orang lain. Cuma bisa berharap sama Tuhan. Masa-masa penuh tanda tanya. Masa-masa gersang. Juga masa-masa belajar untuk percaya sama Tuhan secara penuh. Masa-masa untuk menengadah dan berharap.

Yang paling nyesekkin, ternyata kalau sakit fisik! Itu lebih ga enak dibanding miskin harta. Waktu miskin harta, aku masih punya kesehatan dan anggota tubuh yang utuh, tak kekurangan suatu apapun. Tinggal bagaimana aku bisa menggunakannya dengan bijak untuk mencari sesuap nasi! Sedangkan kalau sakit fisik, sesuatu yang paling menguras tenaga-pikiran-perhatian dan membuatku tak bisa berkutik! Tapi aku yakin, proses kesembuhan sedang dan terus berlangsung. Sempurna!

Ternyata semuanya pasti berlalu. Ga ada yang abadi. Kejayaan ga abadi. Kekurangan ga abadi. Penderitaan ga abadi. Bahkan sakit penyakit pun ga akan abadi... Yang kurasakan dan kuketahui paling abadi cuma kasihnya Tuhanku. Dalam keadaan apapun, Dia selalu ada. Dalam masa kejayaanku, Dia ada. Dalam masa kesesakanku, Dia ada. Bahkan saat ada di batas kekuatan manusiaku, kasihNya tetap ada untuk memberi aku kekuatan menghadapi apapun! Thank You, Lord...

Dan saat ini, aku terus belajar... Berjalan bukan karena melihat, tapi karena iman!!
Aku bisa terus bertahan, bukan karena melihat keadaanku sekarang yang justru bisa semakin melemahkanku, bukan juga karena kekuatanku sendiri *mana sanggup sendirian aku, kalau dalam keadaan sakit gini masih juga bisa kerja dan kuliah*... Tapi aku bisa bertahan karena iman. Iman adalah landasan hidupku sekarang untuk menantikan kesembuhanku. Iman adalah harapanku untuk melihat bahwa aku bisa berjalan normal lagi, lari, lompat, bahkan bawa motor lagi!!

Pelajaran yang kudapat:
Satu: Aku ga bisa melihat kasat mata ke tulang-tulang kakiku, tapi Tuhan sanggup menembus sampai ke dalam tulang-tulangku. Dia Penciptaku kok! Dia yang membentuk aku dari tidak berupa apa-apa sampai bisa punya tulang, daging, kulit, dan jadilah aku: manusia – ciptaanNya yang baik dan utuh. Masa kan tulang retak aja sulit direkatkan seperti sediakala lagi!! (teringat pada manusia pertama. Tuhan membuat Adam tertidur dan mengambil satu tulang rusuknya dan menciptakan Hawa. Masa kan Tuhan yang sama tak mampu melakukannya lagi. Tentu saja Dia bisa. Saat aku tidur di malam hari, Dia bisa merekatkan tulangku lagi. Atau lebih dahsyat lagi, Dia bisa mengganti tulangku yang retak dan disusunNya lagi tulang yang baru, yang lebih kuat dan sehat... Aku percaya Engkau bisa kok, Tuhan... Bahkan lebih lagi dari yang dapat aku bayangkan!!)

Dua: Bukanlah masalah besar kalo kakiku sakit, toh jiwa dan hatiku tetap sehat!

Tiga: Ternyata jarak antara keterbatasan manusia dan ketidakterbatasan Tuhan adalah iman!

Empat: Batas yang membedakan ’iman kepada Tuhan’ dengan ’kemampuan manusia’ adalah kemustahilan!

Lima: Segala sesuatu di sekitar kita tidaklah semakin baik, tapi kasih Tuhan selalu lebih nyata dalam hidupku, apapun yang terjadi!


Catatan Penulis:
Tulisan ini dibuat tanggal 3 Maret 2010, saat tulang kakiku masih juga retak akibat jatuh dari motor...
Aku baru bisa menggunakan kaki dengan lancar setelah 2,5 bulan sejak aku jatuh tgl 7 Febuari 2010...sampai sekarang, kejadian ini merupakan pengalaman berharga dan tetap indah bersama Tuhan :) apalagi melihat sekarang semuanya tetap baik..tak ada masalah dengan kakiku dan keseharianku dalam berkendaraan...ALL IS WELL...

Ps. Mampir juga yukk ke tulisan pertamaku saat aku baru 2 hari jatuh dari motor di postingan di bawah ini...Semoga memberkati :)

Repost - Precious Moment

[Part One]
Pertama-tama…
Ia menegurku lewat semilir angin berhembus,
aku tak menyadarinya.
Ia menegurku lewat gemericik hujan gerimis,
aku tak menyadarinya.
Ia menegurku lewat sinar matahari yang bersinar malu-malu,
Aku tak menyadarinya juga.

Lalu...
Ia memberikan angin badai,
aku masih belum sadar.
Ia memberikan curahan hujan lebat,
aku masih belum sadar.
Ia memberikan sengatan sinar matahari,
Aku masih belum sadar juga.

Tapi...
Saat pijakanku goyah,
Saat segala arah terlihat kabur,
Saat aku mulai jatuh karena angin, hujan, dan matahari,
Baru kusadari teguranNya.


[Part Two]
Malam itu, di sudut ruangan kamarku, aku duduk berselonjor,
Tak dapat melipat kaki, apalagi bertopang dengan lutut.
Aku bertanya padaNya, “Pesan apa dariMu kali ini?”

Diam…
Hening…
Aku mulai bicara lagi…
Aku minta maaf atas kesibukanku...
Aku salah prioritas,
Aku telah melupakan yang terpenting...

”Apa itu saja?”
Ia mulai bersuara. Bisikan nuraniku.
Tempat Ia sepenuhnya ada...

Aku diam lagi...
Dan aku mulai tersedu-sedu...
Benar-benar sedu sedan!

Bukan... Bukan karena menahan sakit di kakiku,
Bukan pula karena sakit di badanku...
Tapi karena Dia...

Tiba-tiba gambar pengorbananNya melintas di benakku
Aku mengingat itu...
Aku....terharu!!

KASIH
Kata itu yang terlintas…

Aku merasa dikasihi...
Kasih yang sangat besar...dan pengorbanan itu buktinya...

Lagipula...
Cedera kakiku tak sebanding dengan pengorbananNya...
Ia dicambuk...dimahkotai duri...lambung ditikam...telapak tangan dan kaki dipaku...
Darah bercucuran di sekujur tubuhNya...
Aku? Darah satu tetes pun tak ada!
Bodohnya aku melupakan kalo bilurNya sanggup menyembuhkan!


[Part Three]
Tumpah air di mataku tak kunjung henti...
Saat kusadar tentang kasihNya
dan juga kebodohanku!

Mengeluh sakit...yang padahal sudah dirasakanNya...
Apa sih yang belum Dia tanggung?
Ditolak sudah...dikhianati sudah...ditinggalkan yang terkasih sudah...disakiti fisik sudah...

Dia mau dan rela menanggung sesuatu yang seharusnya tak menjadi bagian dari kesempurnaan diriNya
Dia dengan segenap hati-tubuh-jiwa-roh, dan dengan segenap keberadaanNya, mau menanggung salib seluruh yang dikasihiNya, yang belum tentu bisa dengan sekedar menerima kasihNya saja...
Dan cuma satu dasar dari semua yang dilakukanNya...
KASIH

[Penutup]
I just wanna say ”Thanx God for everything”...
-Mengucap syukur saat aku bahagia dan hidupku nyaman *biasa-biasa aja*, itu semudah membalikkan telapak tangan. Tapi aku mau belajar untuk bisa mengucap syukur dalam hal yang menurutku sebenarnya “tidak baik/buruk”, karena sebenarnya ada pesan dan rancangan damai sejahtera untukku di dalamnya-


Catatan Penulis:
Dibuat tanggal 9 Februari 2010, saat tulang kakiku retak akibat jatuh dari motor...

November 12, 2011

Hubungkan "CINTA" dengan Yesus dan Pengorbanan-Nya

Bagaimana seharusnya cinta dideskripsikan?

Aku nyaman bersamanya
Dia mempunyai banyak karakter baik dan aku mencintainya
Aku tak pernah merasakan ini sebelumnya. Ini rasa yang berbeda.
Aku telah mengenalnya dan aku siap menerima dia apa adanya
Aku diterima olehnya sebagaimana adanya aku


Ada yang jauh lebih baik, mungkin?

Aku beri dua kata untuk mendeskripsikan cinta.
YESUS dan PENGORBANAN

Saat Yesus inkarnasi menjadi manusia, Ia-lah satu-satunya manusia yang tak pernah berdosa. Dalam rupa manusia-Nya, Ia memberikan teladan yang nyata untuk menjadi seorang manusia. Ia hidup benar, kudus, dan intim dengan Bapa.
Setiap perkataan, perbuatan, dan mujizat yang dilakukan-Nya adalah kehendak Bapa yang dinyatakan dalam diri seorang manusia yang utuh, yaitu Yesus.
Ia sepenuhnya manusia. 100%!! Namun, dalam kehidupan manusia-Nya, Ia sepenuhnya bergantung kepada Bapa. Fokus-Nya hanya kepada Bapa. Dan Ia tak pernah berpaling dari fokus-Nya, sehingga tak pernah Ia berbuat dosa.
Ada faedahnya bagi kita saat ini? Ya, ada...
Seseorang yang hidupnya intim dengan Bapa dan mengejar kebenaran-Nya, akan berdampak bagi orang lain. Ujung pakaian kita pun akan dapat melakukan perkara besar, seperti jubah Yesus yang menyembuhkan seorang wanita yang sakit pendarahan 14 tahun! Bukan tidak mungkin, perkataan bahkan hanya dengan senyuman kita, akan ada orang yang diselamatkan!
Kedengaran tidak mungkin? Mungkin ya... sedikit ekstrim, aneh... Namun, nothing’s impossible! Perkara-perkara yang pernah dilakukan-Nya, bahkan yang lebih besar dari itu, dapat dilakukan setiap anak-anak Allah yang sepenuhnya percaya kepada-Nya!

Puncak kehidupan-Nya sebagai manusia seperti yang kita ketahui bersama, Ia mati di kayu salib! Ia berdosa? Tidak! Dalam kemanusiaan-Nya yang 100%, tak pernah sekalipun Ia berbuat dosa.
Kita tahu pasti bahwa Ia mati untuk kita. Ia berkorban karena kita.
Ada alasan yang lebih masuk akal mengapa Ia mau melakukan ini, selain karena cinta?
Dan ada pribadi yang bisa lebih baik melakukan bukti cintanya selain Dia?
Kurasa tidak!

Jadi, tepatlah bila cinta dideskripsikan dengan YESUS, Sang Empunya cinta sejati, yang takkan pernah berubah cinta-Nya bagi kita dan PENGORBANAN karya salib-Nya!

Aku teringat pada satu perkataan temanku yang luar biasa menusuk...
Bila seseorang seringkali DENGAN SADAR / SENGAJA melakukan dosa, Ia telah menginjak-injak dan meremehkan salib Kristus!

Aku, Karena Kamu (2)

Sekarang aku perlahan berubah...
Karena kamu!

Entahlah..aku sendiri tak mengerti!
Ada sesuatu yang berbeda darimu..dibanding yang lainnya
Ceritamu..bakatmu..harapanmu..mimpimu..motivasimu..bahkan kata-katamu...
Membuatku berpikiran terbuka,
mencoba menggantungkan harapan dan mimpi-mimpi,
serta berusaha meraihnya...
Di tengah ketidakpercayaan pada diri sendiri..atau mungkin kemustahilan!

Aku beruntung mengenalmu!
Sadar atau tidak..
Kau inspirator nyata yang kukenal

Bagiku..ini sudah lebih dari cukup!
Dan di waktu ini..aku ingin mengucapkan terima kasih padamu *tulus lohh*



Catatan Penulis:
Tulisan ini dibuat tahun 2006 untuk sahabat terbaikku :)

Aku, Karena Kamu (1)

Hidup terasa membosankan,
tak berarti dan kesepian,
bahkan tak berpengharapan.

Aku sendiri merasa sendiri,
hampa dan tak berguna,
bahkan terlupakan.

Aku seolah parasit,
yang hanya dipandang sebelah mata,
bahkan kehadirannya pun tak diharapkan.

Kadang, aku pun terlupakan...

Aku hampir menyerah!
Hidupku bagai abu yang habis dibakar,
tidak punya cinta..harapan..mimpi..cita-cita!
Aku tidak punya segalanya!

Mungkin aku berhasil mengelabui dunia:
Aku bahagia
Aku kuat
Aku tegar
Dan aku lebih baik dari mereka!
Tapi kenyataannya...??


Catatan Penulis:
Tulisan ini dibuat tahun 2006 untuk sahabat terbaikku :)

November 10, 2011

Orientasi

Hari ini aku dapat dua pelajaran…

Pertama, aku belajar dari study tour (orientasi) hari ini di pabrik Cimanggis dan Cikarang. Di sana aku lihat proses-proses pembuatan produk TOA, amplifier, speaker, megaphone, mic. Bagaimana sebuah bahan yang simpel-simpel dan satuan, bisa diolah sedemikian rupa oleh tenaga mesin dan manusia menjadi produk jadi yang bisa dijual dan digunakan banyak orang. Bener-bener ga nyampe deh otaknya kalo mikirin tentang cara kerjanya benda-benda elektrik gitu sebenernya sampai bisa jadi berguna dan dipakai banyak orang sesuai fungsinya masing-masing. Tapi ya sudahlah, bukan itu yang mau dibahas :)

Hal yang menarik adalah pelajaran tentang kehidupan yang diperoleh setelah jalan-jalan tadi. Dapet sih SEDIKIT pengetahuan tentang pembuatan produk-produk TOA, tapi lebih dapet lagi pembelajaran pribadinya… Dari sana, aku diingatkan kembali, setelah beberapa lama cukup lupa ingatan tentang hal ini, yaitu: UNTUK MENGHASILKAN SESUATU, PERLU PROSES… UNTUK MENJADI BERGUNA, PERLU BAYAR HARGA

Umm, seperti yang disampaikan sebelumnya, aku pribadi, mungkin juga beberapa dari orang kebanyakan, sudah terbiasa dan ingin segala sesuatu yang instan. Kita cukup lupa ingatan kalo proses itu tetap diperlukan untuk menghasilkan sesuatu yang berguna dan berkualitas.

Ga usah jauh-jauh. Beberapa waktu ini, selama pengerjaan awal skripsi, aku selalu bilang kalo aku maunya skripsinya di-skip saja dan langsung wisuda, hahaa…

Jadi sekarang harus merubah paradigma nih… kalo mau menghasilkan sesuatu, kalo mau menjadi sesuatu sebenarnya ga bisa instan. Segala sesuatu pasti diproses. Dibentuk dulu awalnya, kudu lewat uji-menguji dulu, kudu bayar harga dulu barulah bisa menjadi sesosok yang berguna dan berkualitas. Enak?? Tentu ga! Namanya proses sih sejujurnya ga ada yang enak pas kita hadapinnya. Tapi kalo ke depannya ternyata membawa kebaikan, kenapa harus menolak proses… Hadapin aja, semua pasti akan berlalu. Ga ada yang abadi kan… Proses pasti berakhir, ujian pasti berakhir, kesedihan pasti berakhir, kebahagiaan pun bisa berakhir…


Next, pelajaran kedua adalah tentang Ayub. Hari ini adalah hari pertama grup Beauty and Wise baca kitab Ayub pasal 1. Sekedar informasi, grup Beauty and Wise adalah sebuah grup yang beranggotakan cewek semua yang memiliki kerinduan buat lebih intim lagi sama Bapa biar bisa cantik luar-dalam, makin bijak dan berhikmat. Caranya, dengan membaca Alkitab setiap hari 1 pasal. Beauty and Wise adalah Blackberry Group. Dulu waktu aku masih punya BB, aku masuk grup ini juga. Tapi setelah sekarang ga pake BB, jadinya hanya mengikuti jejak grup ini. Di grup lagi baca kitab apa, aku pun ikut baca pula. Ga mau ketinggalan ceritanya, biarpun udah ga punya BB (^-^)

Apa sih yang menarik dari Ayub??

Dari Ayub pasal 1 ini, aku menemukan beberapa hal yang luar biasa.

Pertama, Ayub adalah seorang yang saleh dan jujur, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, serta diberkati sehingga menjadi orang terkaya dari semua orang di sebelah timur. Yang menarik perkataan ini bukan cuma sebagai ayat pembuka di ayat 1-3, tapi bahkan TUHAN SENDIRI YANG MEMUJI AYUB DI DEPAN IBLIS (lihat ayat 8). Hebat yaa, seorang Ayub dipuji oleh Tuhan sendiri, di hadapan iblis yang abis keliling dunia lihat-lihat keadaan! Kredibilitas Ayub diakui!

Kedua, iblis dikasih ijin sama Tuhan buat mencobai Ayub asalkan tidak mengapa-apakan diri Ayub. Lalu tanpa tanggung-tanggung, iblis langsung habisin semuanya secara beruntun pada hari yang sama. Orang-orang pada laporan secara bergantian dan beruntun bahwa harta ternaknya habis semua, bahkan berita terakhir yang diterimanya adalah kematian ke-10 anaknya! Wow, kalo di posisi kayak Ayub gimana yaa?? Udah saleh, jujur, takut Tuhan, ga buat jahat di hadapan Tuhan, ehh malahan dihabisin harta benda dan permata-permata hatinya alias anak-anaknya. Sekaligus semuanya habis. Ga tanggung-tanggung, ga pake besok-besok hari, semuanya langsung lenyap seketika!

Dan yang tentunya sangat luar biasa adalah respon dari seorang Ayub: ia mengoyakkan jubah dan mencukur kepalanya (tanda rapatan/dukacita) dan kemudian sujud di hadapan Tuhan: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN YANG MEMBERI, TUHAN YANG MENGAMBIL, TERPUJILAH NAMA TUHAN!

Secara manusia, Ayub pasti hancur hati. Ia pria. Semua orang tau kesalehan dan kecintaannya pada Tuhan. Ia orang terkaya di daerahnya… dan sekarang, tiba-tiba, sekejap mata, semuanya habis, lenyap, ga bersisa lagi. Apa yang akan dibicarakan orang padanya??

Kalo zaman sekarang, asumsikan si Ayub itu punya mobil mewah 5, punya rumah dan apartemen lebih dari 2, punya anak 10. Lalu saat ia lagi di rumah, ada orang datang dan kasih tau mobil mewahnya dicuri, rumah dan apartemennya kebakaran, ke-10 anaknya mati. Apa ga jantungan yaa si pemilik harta berlimpah ruah itu??

Tapi yang luar biasa, tepat setelah kejadian itu, Ayub sama sekali ga berdosa dengan mulutnya. Ia tidak memilih respon yang salah!

Mau belajar dari Ayub?? Mauuu!!!
Mau punya kejadian sama kayak Ayub biar bisa tau persis kondisi Ayub saat itu dan bagaimana perasaan hatinya saat ia mampu memilih respon yang tepat?? Haizz…nanti dulu deh, Tuhan…

Berita gembiranya, Tuhan tau persis kondisi setiap kita. Dia ga mungkin kasih kita hal yang serupa dengan Ayub kalo Dia tau kita ga mungkin bisa melewatinya.
Tapi yang perlu diingat, seperti pelajaran pertama tadi, namanya proses tetap diperlukan dalam hidup. Kalo ga, ga bakal seseorang bisa menjadi lebih baik. Yang namanya ujian perlu kan untuk kenaikan kelas/semester. So, siap-siap menghadapi ujian-ujian buat kenaikan tingkat iman kita. Bersama Yesus, kita pasti bisa melewatinya.

Malam Itu

Gemerlap malam seakan lenyap!
Saat ia menjadi saksi bisu...
Sesosok manusia tak bernyawa
Yang ditangisi oleh orang-orang yang tak rela akan kepergiannya...

Ahh...manusia selalu saja begitu!
Bukankah sudah kodratnya...
Bahwa semua yang hidup kelak akan mati!
Walau bayang-bayang takut kehilangan orang yang dicintai selalu menusuk hati!


Catatan Penulis:
Tulisan ini dibuat tahun 2006, saat ajal menjemput salah satu saudara sepupuku

Kesempatan

Sekali lagi aku sadar...

Roda kehidupan akan selalu berputar
Kadang di atas...terkadang di bawah

Setiap hal ada waktunya...
Ada waktu untuk menangis...ada waktu untuk tertawa
Ada waktu untuk hidup...ada waktu untuk meninggal
Ada waktu untuk memulai...ada waktu untuk mengakhiri
Ada awal...ada akhirnya!

Maka...hargailah setiap kesempatan yang ada!
Kesempatan itu sesungguhnya ada di setiap hembusan nafas kita...
di setiap detik hidup kita!

Gunakan hidupmu dengan baik...
Jangan sampai ada waktu menyesal yang terlalu banyak di dalamnya
Selagi kesempatan itu masih menghampirimu!



Catatan Penulis:
Tulisan ini dibuat tahun 2006 - saat kematian salah satu sepupu

November 09, 2011

DIA

Ketika dunia serasa sempit,
Ketika hidup terasa sepi,
Ketika harapan perlahan berjalan pergi...

Aku tak tau harus bagaimana!
Aku hanya diam,
Dan tak berdaya...


Semua pergi
Semua hilang
Semua hanya tinggal hampa!


Namun aku tau...
Saat itu... hanya DIA pribadi yang tau dan mengerti aku
Hanya DIA yang bisa kupegang dan kupercaya...


Catatan Penulis:
Tulisan ini dibuat tgl 20 Mei 2007 © vina venylia